Ciri-ciri coelenterata
Ciri-ciri coelenterata

Klasifikasi Coelenterata

Diposting pada

Pengertian Coelenterata

Coelenterata berasal dari bahasa latin yaitu Coilos (rongga) dan Enteron (usus). Jadi Coelenterata adalah hewan yang memiliki rongga atau sering disebut hewan berongga.Coelenterata memiliki dua bentuk tubuh yaitu Polip dan Medusa.

Polip adalah Coelenterata pada saat tidak berpindah tempat. Sedangkan Medusa adalah Coelenterata pada saat dapat bergerak bebas di perairan. Coelenterata di bagi menjadi tiga kelas yaitu Anthozoa,Hidrozoa dan Schypozoa.Phylum coelenterata  terdiri atas tiga kelas yaitu kelas hydrozoa, scypozoa, dan anthozoa.

Semua bagian pada phylum ini seperti tentakel tersusun dalam sebuah lingkaran yang mengelilingi tubuh yang terbentuk silinder, Pola susunan ini disebut simetris radial.  Phylum colenterata disebut juga knidaria yang mempunyai knidoccyte yang berisi kapsul penyengat kecil yang disebut menatosit dan terletak pada sel epidermis.

Tiap menatosit berisi gulungan benang kapiler  yang dapat ditembakan dengan danya rangsangan tertentu dan memiliki fungsi sebagai tempat untuk berpegang dan sebagai alat pelindung yang dapat melumpuhkan  dan memegang mangsa (Oemardjati dan Wardana, 2000).

Termasuk dalam phylum coelenterata ini antara lain ubur-ubur, anemon dank oral.  Coelenterata mempunyai rongga pencernaan (gastrovascular) dan mulut tetapi tidak memiliki anus (Sugiarti, 2004).

Tubuh semua phylum ini terdiri dari dua lapis sel dengan mesoglea seperti jeli diantam kedua lapisan tersebut, akan tetapi mesoglea mempunyai sel-sel yang tersebar dan oleh para ahli mesoglea di anggap sebagai lapisan sel ketiga.

Tubuh terbentuk seperti silinder beronggga dengan satu lubang di satu ujung.  Makanan masuk melalui lubang mulut dan kerongga dalam yang disebut rongga gastrovaskuler, Rongga ini juga disebut selenteron (Subowo, 2000).


Morfologi dan Anatomi Coelenterata

Phylum coelenterata merupakan hewan tingkat rendah yang memiliki jaringan ikat yang terdiri dari dua  lapisan dan dua bentuk polip yang berbentuk tabung, satu ujung tertutup dan merupakan tempat untuk melekat pada subtract sedang lainnya dengan mulut yang terletak di tengah-tengah biasanya dikelilingi oleh tentakel lunak,

sedangkan medusa merupakan individu yang berenang bebas dengan tubuh seperti  gelatin, bentuknya mirip paying dan memiliki mulut yang menonjol di tengah pada daerah cekung bawah  (Aslan, 2007)


Ciri – Ciri Coelenterata

Ciri utama dari Filum Coelenterata sesuai dengan namanya yang diambil dari 2 kata bahasa Yunani yaitu Koilos = rongga dan enteros = usus. Sehingga secara umum, ciri anggota filum Coelenterata adalah memiliki rongga di dalam tubuhnya. Selain rongga yang ada tubuhnya, ciri-ciri filum Coelenterata diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Simetri Tubuh Radial dan Hewan Diploblastik

Simetri tubuh yang dimiliki oleh hewan kelompok Coelenterata ini adalah simetri radial dan dinding tubuhnya hanya terdiri atas dua lapisan lembaga saja, ektoderm (lapisan epidermis) dan endoderm (lapisan gastrodermis), sehingga mereka disebut sebagai hewan diploblastik.

Diantara kedua lapisan hidup ini terdapat sebuah lapisan sel mati (non living layer) yang disebut mesoglea. Walaupun merupakan lapisan mati, ia bergelatin dan diduga berisi sel-sel dan jaringan ikat yang berasal dari ektoderm.

  1. Memiliki Tentakel

Semua anggota filum Coelenterata memiliki tentakel yang mengelilingi mulutnya. Mulut merupakan satu-satunya lubang menuju sistme digesti (pencernaan) yang berbentuk kantong sehingga tiada lubang anus, sedangkan tentakel merupakan evaginasi dari dinding tubuh dan memiliki sejumlah alat sengat yang disebut nematosis (nematocyst). Nematosis adalah organel yang dibentuk di dalam sel eis yang disebut knidoblas dan knidosit.

  1. Memiliki DuaStadium

Selain bertentakel dan bersimetri radian, ciri filum Coelentrata lainnya adalah mereka mempunya dua stadium atau bentuk dasar yaitu bentuk polip yang sesil (menempel pada substrat) dan bentuk medusa yang bebas berenang-renang.

Saat dalam stadium polip, tubuh Coelenterata berbentuk pipa, dengan lubang mulut (orifice) yang dikelilingi tentakel yang terletak di bagian badan sebelah atas, sedangkan pada stadium medusa berbentuk seperti mangkok terbalik atau payung dengan sejumlah tentakel yang terurai pada tepiannya.

Saat stadium medusa ini, mulutnya berada di bagian badan sebelah bawah, di tengah lingkaran tentakel dan berupa sebuah penjuluran yang disebut hipostom atau manubrium.

  1. Telah memiliki Sel – Sel Otot dan Saraf

Seperti yang telah disebutkan di atas, Coelenterata termasuk ke dalam hewan yang masih primitif, bukan saja dikarenakan struktur tubuhnya yang diploblastik tetapi juga oleh ketiadaan organ-organ sirkulasi, respirasi dan ekskresi.

Walaupun demikian, anggota filum Coelenterata telah memiliki sel-sel otot dan sel-sel saraf (neuron) yang saling berhubungan membentuk jaringan saraf otonom (nerve net) dan sebuah sistem, seperti sistem saraf pusat. Kondisi inilah yang membedakannya dengan filum Porifera dan Placozoa.

  1. Mengalami Metagenesis

Dalam daur hidupnya, Coelenterata umumnya mengalami metagenesis (pergantian generasi antara stadium polip dan stadium medusa), sedangkan dalam hal perkembangbiakan (reproduksi), dapat dilakukan dengan cara vegetatif seperti bertunas dan dapat pula secara generatif dengan melakukan pembuahan gamet betina oleh gamet jantan.


Habitat dan Penyebaranya Coelenterata

Phylum coelenterata kebanyakan hidup dilaut, biasanya terdapat diperairan dangkal, dan melekat pada substrat. Coelenterata pada salah satu kelasnya  yaitu hydrozoa yang jumlahnya kurang lebih 2.700 jenis. Kelas scypozoa yang memiliki jumlah species yang lebih dikenal dengan nama ubur-ubur,  yang hampir seluruhnya hidup dilautan dan kebanyakan menghuni perairan pantai sehingga menimbulkan bahaya bagi perenang (Oemardjati dan Wardana, 2000).

Terdapat sekitar 9.500 spesies, kebanyakan hidup di laut, dan hanya 14 spesies dari kelas anthozoa hidup di air tawar. Biasanya terdapat di perairan dangkal, dan melekat pada substrat dan terumbu karang. Coelenterata hidup sejak periode Cambrian sampai sekarang (Nontji, 1987).

Coelenterata tersebar di perairan dingin sampai perairan tropik. Hampir semua hidup di laut (kecuali hydra air tawar dan beberapa lagi yang tak dikenal). Coelenterata umumnya peka terhadap intensitas cahaya, perubahan suhu, ransangan mekanik dan kimia serta grafitasi (Romimohtarto dan Juwana, 2001).


Reproduksi dan Daur hidup Coelenterata

Coelenterata berkembang biak secara seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual terjadi pada stadium polyp, dan dilakukan dengan jalan pertunasan (budding) serta pembelahan atau pencabikan telapak kaki.

Reproduksi seksual umumnya  terjadi pada stadium medusa. Sel telur atau sperma sebagian besar berasal dari sel interstisial yang mengelompokkan sehingga membentuk ovari atau testis. Pada coelenterate reproduksi vegetatif dan generatif berlangsung secara metagenesis (bergiliran).

Secara vegetatif yaitu dengan membentuk tunas dan polip, dan secara generatif yaitu dengan menghasilkan ovum (gamat betina ) dan spermatozoid (gamat jantan) yang dihasilkan coelenterata berbentuk medusa, medusa menghasilkan ovum dan spermatozoid yang dilepaskan ke air  untuk melakukan pembuahan yang menghasilkan zigot  dan tumbuh menjadi larva (planula) dimana planula akan berenang dan akhirnya akan menempel pada subtract yang nantinya tumbuh menjadi polip muda dimana polip tumbuh dalam kelompok yang seolah-olah satu individu (Wibowo, 2001)

Beberapa scyphozoan pelagis seperti Atolla, dalam daur hidupnya tidak memerlukan substrat. Anemom laut, menempel di substrat dan membentuk tentakel, diikuti pertumbuhan sekat tambahan mengikuti pola bentuk yang dewasa (Suwignyo, 2005).

Menurut Romimohtarto dan Juwana (2001), perkembangbiakan dilakukan secara aseksual dengan pembentukan tunas dan pembelahan dan secara seksual dengan menghasilkan telur dan spermatozoa. Perkembangan aseksual khas terdapat pada kelompok coelenterata tertentu dan jarang atau tidak terjadi pada kelompok yang lain.


Makan dan Kebiasaan Makan Coelenterata

Coelenterata memakan zooplankton yang di lemahkan terlebih dahulu menggunakan nematosisnya yang terdapat pada tentakelnya, makanan yang dicerna secara intraseluler didalam rongga gastrovaskuler.  Sisa makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui mulut yang juga berfungsi sebagai anus (Brotowidjoya,2004)

Pada jenis anthozoa, benang ditembakkan keluar akan larut menjadi lebih pekat yang lengket, dan berguna untuk menempel dan menangkap mangsa. Nematocyst pada coelenterata air tawar ada empat macam, yaitu penggulung (volvent), penusuk (penetrant), dan dua macam perekat. Tipe penggulung berukuran kecil, berfungsi untuk menggulung mangsa. Tipe penusuk berukuran besar, berfungsi untuk menyuntikan racun ke dalam tubuh mangsa (Nybakken, 1992).

Makanan spesies dari colenterata yang terdiri dari mollusca, crustacea, ikan dan avertebrata lain, makanan atau mangsa ditangkap oleh tentakel dengan bantuan nematokist yang dapat melumpuhkan mangsanya. Tetapi ada pula beberapa obyek yang  langsung terpegang oleh mulut (Hadi dan Sumadiyo, 1992).


Klasifikasi Coelenterata

Pada umumnya hewan Coelenterata memiliki mulut yang dikelilingi oleh Tantakeal yang digunakan untuk menangkap mangsa. Selain itu Coelenterata jug dilengkapi dengan rongga Gostrovaskuler yang digunakan untuk mencerna makanan. Namun Coelenterata hanya memiliki satu lubang yang berfungsi sebagai mulut dan anus. Jadi,hewan ini tidak memiki usus sebenarnya.

Coelenterata mempunyai dua bentuk yang berbeda yaitu :

  1. Polip : Bentuk seperti tabung melekat pada dasar.
  2. Medusa : Bentuk seperti cawan telungkup hidup bebas di perairan.

Coelenterata mempunyai sel penyengat yang disebut Nematokist. Rangka dari zat kapur atau zat tanduk reproduksi vegetatif dengan tunas dan generatif dengan pembentukan gomet. Klasifikasi Coelenterata dibagi menjadi tiga kelas.

  • Hydroza

Hydroza Jenis dari kelas ini hidup di dalam air tawar . ujung tempa letaknya mulut disebut ujung oral. Sedangkan yang melekat pada dasar disebut ujung aboral.

Cara reproduksi tersebut adalah dengan cara vegetatif maupun generatif. Cara vegetatif dengan tunas dan cara generatif dengan pembuahan ovum oleh sperma.

Contoh : Hydra virdis Dan Obelia geniculate.

  • Schyphozoa

Schyphozoa ini hidup sebagian besar dalam bentuk medusa bentuk polip hanya tingkat larva.

Contoh : Aurelia sp (ubur-ubur kuping)

Larv disebut planula. Kemudian menjadi polip yang disebut skifistoma dari skistoma terbentuk medusa yang disebut efira.

Contoh : Aurelia aurita (ubur-ubur). cyanea sp dan plagia sp.

  • Anthozoa

Anthozoa ini hidup di laut yang airnya jernih hewan ini selama hidupnya berupa polip (tidak memiliki bentuk medusa).

Contoh : anemone (metridium magitanum ). Akar bahar ( euplazura antipathies). Karang laut (tubipora musica).


Peranan Colenterata

Dalam Peranan Colenterata dapat di bagi menjadi 3 diantaranya sebagai berikut ini :

  • Peranan Colenterata pada Ekosistem Laut

Coelenterata mempunyai banyak peranan dalam ekosistem laut yaitu sebagai penghias dasar laut. Keberadaan Coelenterata seperti halnya ubur-ubur (Aurelia) dengan tubuhnya yang transparan dan dapat mengeluarkan cahaya sendiri sehingga terlihat bersinar diperairan gelap. Juga mampu menambah keunikan dan keindahan ekosistem diperairan laut.

Disamping itu Coelenterata Kelas anthozoa merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang sehingga berfungsi sebagai tempat berlindung dan berkembang biak berbagai jenis ikan dan melindungi pantai dari hempasan ombak yang dapat menyebabkan abrasi.

  • Peranan Coelenterata Bagi Kehidupan Manusia

Selain banyak peranan dalam ekosistem Coelenterata juga mempunyai peranan bagi kehidupan manusia. Diantaranya adalah : pada Aurelia aurita (ubur-ubur) dapat dimakan juga digunakan untuk membuat tepung ubur-ubur yang kemudian tepung ubur-ubur tersebut diolah menjadi bahan kosmetik.

Selain itu ubur-ubur juga digunakan sebagai bahan makanan. Selain itu di dalam dunia medis struktur jaringan dan kekerasan rangka koral sering di manfaatkan untuk cangkok tulang di beberapa rumah sakit.

Nilai Ekonomis

Beberapa  Jenis coelenterata diperdagangkan  sebagai bahan atau hiasan pada aquarium air laut, bahkan dari  beberapa jenis di ekspor kesingapura, eropa, amerika dan kanada, biota tersebut di kemas dalam kantong plastic berisi oksigen dengan suhu150 derajat celcius.

Jenis-jenis tersebut misalnya Actinaria aquma, ordo actibaria,diameternya 4-8 cm berwarna merah tua.  Coelenterata yang dapat dikonsumsi yang diperdagangkan aialah jenis ubur-ubur yang dikenal sebagai ubur-ubur asin (Radiopetro, 2003).

Beberapa jenis Coelenterata diperdagangkan sebagai “Ikan Hias” untuk aquarium laut, bahkan beberapa jenis di ekspor ke Singapura, Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Di Jepang ubur-ubur asin antara lain Rhopilema esculata dan Rhizoztomo serta Pelagia noetilucua. Ubur-ubur asin ini di makan sebagai campuran asinan, salad, mie, acar, dan gulai serta sebagian teman minum teh (Suwignyo, 2005).

Di kepulauan seribu dan beberapa daerah pantai di Indonesia, anemone dapat dimakan dan memiliki rasa yang khas. Selain dimakan, anemone juga diambil untuk keperluan mengisi aquarium (Hadi, 2002).

Demikian pembahasan dari kami tentang Klasifikasi Coelenterata : Peranan, Reproduksi, Habitat dan Ciri Secara Lengkap, jangan lupa di share sobat Neewslive.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *