Budaya Khas Lumajang yang Masih Terpelihara

1 min read

Budaya Khas Lumajang

Budaya Khas Lumajang – Jasmerah, jangan sesekali lupakan riwayat. Itu pernyataan yang disampaikan oleh Ir. Soekarno. Nah, salah satu usaha supaya tidak lupakan riwayat dengan melestarikan kebudayaan wilayah kita. Entahlah itu kebudayaan berbentuk benda, kesenian, tarian, tempat, dan lain-lain.

Lumajang adalah salah satu wilayah di Jawa Timur yang mempunyai kekayaan budaya yang masih kental, kombinasi antar beberapa agama dan suku membuahkan kebudayaan yang bermacam. Yang bisa kita contek dari masyarakat Lumajang ialah, mereka masih melestarikan kebudayaan mereka sampai sekarang, yuk langsung kita lihat bagaimana pesona kebudayaan Lumajang!

Jaran Kenchak

Jaran Kenchak adalah salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional yang bermakna “Kuda Menari”. Ya benar, sebab yang menari ialah kuda asli yang dikontrol oleh pawang.

Tari Topeng Kaliwungu

Tari Topeng Kaliwungu ini dibawa oleh beberapa orang Madura waktu migrasi ke Kabupaten Lumajang persisnya di desa Kaliwungu Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Di desa Kaliwungu berikut Tari Topeng Kaliwungu ditingkatkan hingga tari Topeng ini mempunyai keunikan gerak cakilan. Jadi tarian ini ialah hasil penyatuan budaya Madura serta Jawa.

Putri Kirana

Putri Kirana adalah simbol dari Lumajang yang mewakili pisang kirana ciri khas Lumajang.

Tari Bedhaya Lumajang

Tari Bedhaya atau Bedhoyo adalah tari kreasi baru yang diubah serta sesuai dengan kebudayaan Lumajang yang umumnya dipakai untuk menyongsong tamu atau jadi bentuk rasa sukur pada Tuhan yang Maha Esa.

Jaran Slining Lumajang

Tari Jaran Slining adalah tarian kesenian ciri khas Lumajang yang memakai keranjang yang dihias demikian rupa hingga kelihatan sedang naiki kuda. Disebutkan Jaran Slining sebab memakai klintingan (aksesori yang mengeluarkan bunyi), disebutkan Tarian Jaran Bodag (bodag = keranjang, dalam bahasa madura).

Ogoh – Ogoh

Ogoh-ogoh adalah patung kreasi yang memiliki ukuran besar yang dibawa dengan diangkat bersama serta diarak. Pawai ogoh-ogoh sendiri teratur dikerjakan tiap tahun dalam rencana memperingati hari raya Nyepi umat Hindu di Pura Mandara Giri Semeru Agung Senduro.

Karnaval Pasirian

Hampir di tiap kecamatan di Lumajang teratur melakukan karnaval Budaya Khas Lumajang dengan keunikan semasing kecamatan. Karnaval di Kecamatan Pasirian ini adalah diantaranya. Karnaval umumnya dikerjakan jadi bentuk sukur pada Tuhan serta alam sebab hasil bumi serta ternak yang subur, oleh karena itu umumnya dikerjakan dekat sama waktu panen raya.

Godril Lumajangan

Merupakan tari khas Lumajang yang disebut tari kreasi baru serta umumnya dikerjakan oleh wanita serta lelaki berpasangan.

Menari di Atas Awan

Kenapa menari di atas awan? sebab tarian ini dilakukan di B29 Lumajang, yakni bukit yang mempunyai ketinggian 2900 mdpl, B29 mempunyai sebutan bukit di atas awan.

Begitu kaya, ya budaya kita. Yuk, silahkan saling kita lestarikan budaya tradisional itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *